Sabtu, 24 Desember 2011

Memaksimalkan ruang dengan furniture multitasking


Jika anda memiliki sebuah apartemen tipe studio dengan lebar ruangan yang tak sampai 4 meter, anda harus bekerja keras untuk memaksimalkan ruang agak tetap terlihat luas dengan fungsi yang optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan furniture yang dapat digunakan sesuai dengan waktunya.
Furniture yang dibutuhkan untuk kelengkapan standar selain ranjang/springbed adalah lemari, meja kerja, meja TV, nakas, dan meja makan. Anda bisa menggabungkan semuanya dalam satu rangkaian furniture seperti di bawah ini.





Lemari, nakas dan meja TV bisa dijadikan satu kesatuan. Sedangkan fungsi meja kerja dan meja makan bisa diatur berdasarkan waktu penggunaan, dengan menggunakan meja putar. Saat ini orang lebih simple saat bekerja di rumah/apartemen dengan hanya menggunakan laptop ataupun gadget seperti komputer tablet, sehingga saat anda membutuhkan meja tinggal memutarnya saja.
Sedangkan jika anda butuh meja makan untuk berdua dengan pasangan (umumnya apartemen studio dihuni sendiri ato berdua) anda tinggal memutar meja dan sediakan makanan di atasnya, dan anda pun siap ber-candle light dinner dengan pasangan. Setelah selesai, tinggal memutarnya kembali, dan ruangan pun akan luas kembali seperti semua. kursi tak perlu memakai yang terlalu besar, cukup kusi simple dan ringan yang terbuat dari fiber/plastik yang bisa anda temui di toko-toko furniture.
Anda bisa memasang rangkaian furnitur ini tepat di depan ranjang anda, karena lebarnya yang kurang dari 2 meter (lebar queen size bed 160 cm, dan king size bed 180-200 cm).
Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 Agustus 2011

Rumah Murah Nyaman Untuk Buruh Urban


Dalam dua dasawarsa terakhir, fenomena buruh urban yang meninggalkan daerah asalnya untuk mencari sesuap nasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dll. semakin sulit untuk dikendalikan. Kota-kota besar pun menjadi semakin padat dan ruwet. Masalah-masalah ekonomi juga semakin membelit setiap harinya, salah satunya adalah masalah hunian atau pemukiman.
Mahalnya tanah di kota besar, membuat harga property menjadi semakin melambung tinggi, tak terjangkau oleh para buruh urban yang notabene hanya bergaji setingkat UMR atau bahkan di bawahnya. Sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan, apalagi untuk membeli rumah, mungkin hanya akan menjadi mimpi di siang bolong saja. Jadilah mereka nomaden, berpindah kontrakan petak, dari satu tempat ke tempat lain, mencari harga yang lebih murah.
Rumah susun mungkin bisa menjadi salah satu solusi yang bisa diberikan pemerintah. Namun cara pikir orang indonesia kebanyakan masih kurang suka membeli property jika tidak memiliki tanahnya. Jika membeli rumah susun, itu artinya hanya membeli ruang rumah, tanpa tanahnya. Sehingga beberapa orang pun enggan untuk membelinya.
Oleh karena itu, mungkin bisa dibuat satu usulan konsep rumah dengan kavling kecil 4x6 m2 dengan luas bangunan dua lantai hanya kurang dari 30 m2, bisa dihuni untuk keluarga kecil, suami istri dengan dua orang anak.
Desain bangunan dibuat dua lantai, dimana pada lantai satu digunakan untuk aktivitas publik/semi privat seperti menerima tamu, menonton TV, makan dan memasak, mencuci/mandi. Sedangkan di lantai dua adalah area privat, untuk tidur dan ruang komunal.
Ilustrasi Denah Lantai 1

Ilustrasi Denah Lantai 2

Desain ruang tamu dibuat terintegrasi dengan teras luar, agar terasa lebih luas, mengakomodir juga kebiasaan masyarakat indonesia yang suka ngerumpi, nongkrong di luar untuk sekedar ngobrol dan “ngisis”, dll. antara ruang tamu dan ruang TV hanya disekat dengan kelambu, jika ingin ruang yang lebih luas tinggal buka kelambunya. Untuk makan, dibebaskan untuk memakai ruang mana saja, bisa di ruang tamu, ruang TV atau ruang komunal. Ruang komunal juga bisa menjadi tempat belajar anak tempat berkarya atau tempat menyetrika.
Bahan material yang digunakan adalah bahan-bahan yang murah dan cepat untuk dikerjakan. Untuk menghemat ruang, dinding yang digunakan adalah dinding bata dengan finish 10 cm.

Ilustrasi Situasi

Ilustrasi Situasi


Desain fasad rumah juga dibuat lebih modern, namun juga tetap mengadaptasi iklim lokal indonesia yang tropis lembab, sehingga memerlukan bukaan-bukaan untuk tempat mengalirnya angin.  Dengan desain rumah mungil seperti ini, buruh urban bisa mencicilnya dengan harga 400-500 ribu per bulan, setara dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar kontrakan petak setiap bulannya, bedanya ini bisa menjadi hak milik, sedangkan kontrakan tidak.  

archifect-studio

Kamis, 23 Juni 2011

menciptakan trotoar yang bersahabat untuk pejalan kaki

kota-kota besar di indonesia, seperti jakarta, surabaya, makassar, medan, denpasar dll pada umumnya memiliki jalan raya yang kurang bersahabat dengan pejalan kaki. jalan untuk kendaraan bermotor dibuat selebar mungkin, akan tetapi jalan untuk pejalan kaki dibuat sekecil mungkin, terkadang hanya selebar 60 cm saja, sehingga sangat tidak nyaman untuk dilalui. belum lagi jika dipotong untuk pohon dan penghijauan, semakin habis ruang yang ada untuk pejalan kaki. maka tak heran jika pejalan kaki di Indonesia kurang dihargai, sehingga banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi hanya karena pejalan kaki yang berjalan tidak pada tempatnya (karena memang ketiadaan tempat)

gambar 1 : kondisi ideal sebuah jalan
seyogyanya sebuah jalan, terdiri dari badan jalan, bahu jalan, saluran kota, baru GSB dst. pada bagian bahu jalan ini seringkali dipangkas untuk pelebaran jalan. karena pemerintah kota yang seringkali berorientasi pada kendaraan, bukan pejalan kaki. pada gambar di samping, contoh penataan jalan yang baik, dimana setelah jalan aspal adalah jalur hijau (rumput, tanaman perdu dsb.) lalu jalur pejalan kaki yang lebar dan nyaman, kemudian jalur hijau lagi (pohon, tanaman peneduh dsb.) baru masuk ke area bangunan.
jalur pejalan kaki yang lebar, teduh dan nyaman, sangat mempengaruhi kemauan penduduk kota untuk berjalan kaki dan memanfaatkan ruang terbuka hijau kota sebagai tempat bersosialisasi. sejauh ini, pepohonan seringkali mepet dengan jalan, sehingga dahan-dahan pohon peneduh masuk ke area badan jalan dan mengganggu kendaraan yang sedang melaju. bahkan juga dapat membahayakan pengguna jalan saat musim hujan tiba, karena rawan roboh ke jalan, karena amat mepetnya dengan jalan aspal.
di beberapa kota besar di negara maju, seperti Tokyo, Seoul, Singapura, London dll, penataan dan perawatan jalan ini sudah terlaksana dengan baik dan benar, sehingga para pejalan kaki pun nyaman saat melaluinya.

gambar 2 : ilustrasi trotoar siang hari
berbicara tentang area trotoar, biasanya terdapat beberapa perabotan, seperti tempat duduk, lampu penerangan, peneduhan, dsb.
beberapa perabot tersebut terkadang kurang menarik, sehingga membuat orang enggan untuk menggunakannya. dengan sedikit sentuhan desain, sebenarnya beberapa perabot tersebut bisa dikombinasikan sehingga lebih menarik, lebih menghemat ruang trotoar yang terpakai, serta lebih rapi.


pada gambar di bawah misalnya, ada contoh desain perabot trotoar dengan fungsi sebagai lampu penerangan, payung peneduh, serta tempat duduk untuk pejalan kaki.
pada saat pagi hingga sore hari, payung bisa dibuka untuk peneduhan dari sinar matahari.
gambar 3 : ilustrasi trotoar siang hari
saat sore hingga pagi hari, payung bisa ditutup (kecuali saat hujan bisa dibuka untuk peneduhan), sehingga bisa berfungsi sebagai kolom-kolom lampu penyearah jalan, selain sebagai tempat duduk.

semua bahan yang digunakan adalah dari bahan material yang ramah lingkungan sehingga mendukung juga gerakan go green terhadap lingkungan sekitarnya.


gambar 4 : detail desain perabot trotoar

gambar 5 : ilustrasi trotoar malam hari

gambar 7 : ilustrasi trotoar malam hari
kota yang baik adalah kota yang berorientasi pada pejalan kaki, bukan perkembangan jalan dan kendaraan bermotor. karena semakin banyak kendaraan bermotor, semakin kotor langit kota kita, semakin tak nyaman untuk dihuni. maka dari itu, mari kita budayakan berjalan kaki, bersepeda, dan memanfaatkan angkutan umum dengan sebaik-baiknya, untuk kebaikan generasi yang akan datang.

Rabu, 18 Mei 2011

menyiasati desain ruang rumah tinggal di lahan minimal


beberapa waktu terakhir, trend yang berkembang di bisnis property adalah rumah murah dengan desain terlihat wah. seperti rumah tipe 18, 21, 24, dsb. dengan luas tanah 5x12 m2.
untuk anda yang memiliki budget minimal, mungkin tawaran ini cukup menarik untuk diambil. namun seringkali pengerjaan dari sang developer tak sebaik yang diiklankan, sehingga kadang belum 3 bulan anda menempati rumah yang anda beli, sudah banyak timbul masalah di sana sini.
ada baiknya anda coba untuk hanya membeli kavling tanahnya saja, rumahnya anda sendiri yang membangun. selain desain rumahnya lebih "sreg" di hati anda, anda juga tahu berapa sebenarnya biasa membangun rumah sekelas itu, sekaligus dapat mengontrol sendiri kualitas pengerjaannya.
ada beberapa hal yang baiknya disiasati saat anda membeli kavling kecil seperti ini.

1. pada umumnya, GSB (garis sepadan bangunan) untuk kavling rumah kecil adalah 3 meter, untuk itu pergunakanlah dengan semaksimal mungkin untuk teras, taman dan car port. jika kavling anda berada pada komplek perumahan dengan sistem keamanan yang baik, saran kami jangan memakai pagar atau paling tidak pakailah pagar tanaman, agar rumah terlihat lebih luas dari depan.

2. pergunakan carport dengan ukuran 4.5 x 2.5 m2 kemudian desain teras depan sebisa mungkin jangan menggunakan kolom sebagai pemanis, agar tidak membuang ruang.

ilustrasi denah


3. jika budget anda mengharuskan membangun rumah satu lantai, baiknya gunakanlah desain rumah tumbuh, dalam arti nantinya, jika ada budget tambahan anda bisa membangun lagi tanpa merombak desain awalnya.

4. gunakan dinding bata/bata ringan dgn lebar 8 cm (finish setelah plaster 10 cm) untuk menghemat ruang yang terpakai untuk penyekat antar ruangan.

ilustrasi denah
ilustrasi denah lt.1 jika
berniat menambah lantai 2 


5. pergunakan furniture yang bisa dipindah-pindah, agar saat tidak diperlukan, bisa digeser/dipindah sehingga ruang bisa sedikit lapang.

6. gunakan furniture untuk memisahkan ruang dengan fungsi berbeda, misal antara ruang tamu dan ruang tivi dipisah dengan lemari/buffet tipis. sehingga jika sewaktu-waktu butuh ruang yang agak lebar, anda hanya harus memindah buffet tersebut, dan terciptalah dua ruang yang menyatu.

ilustrasi area movable furniture
ilustrasi denah
saat furniture dipindah


7. untuk kamar, gunakan furniture dengan tatanan agak tersembunyi (lihat ilustrasi), pintu masuk kamar juga ditekung ke dalam, sehingga tidak mengganggu sirkulasi ruang yang lain. selain itu, gunakan ukuran bed secukupnya, yang proporsional dengan ukuran ruang.

ilustrasi perletakan
hidden furniture di kamar

semoga bermanfaat.

Jumat, 06 Mei 2011

Tips mendesain rumah tinggal di lahan "Tusuk Sate"

sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengembang, dan beberapa kalangan yang percaya akan fengshui, bahwa lahan tusuk sate adalah sangat kurang baik untuk dijadikan rumah tinggal. oleh karena itu, umumnya tanah ataupun kavling tusuk sate dijual dengan harga lebih murah daripada lahan yang lain dengan luasan yang sama.


ilustrasi denah

secara arsitektural, sebenarnya lahan tusuk sate sangat menarik untuk di-explore. karena perlakuan desainnya juga harus berbeda dengan lahan biasa.
berikut beberapa tips yang mungkin dapat digunakan saat anda mendapatkan lahan rumah di area tusuk sate.


1. buatlah desain pagar yang cenderung massif (tidak banyak lubang) dan tinggi (1.5-2 meter dari level tanah taman teras).lahan tusuk sate cenderung lebih berangin dari biasanya, karena dia adalah tempat bertemunya angin dari tiga arah (jalan).
pagar yg tinggi dan masif berfungsi untuk menjadi barier angin yang cukup kencang agar tidak masuk sepenuhnya ke dalam rumah anda.


2. naikkan sedikit level rumah anda dari jalan 80 cm - 1 m, bentukan ramp akan sedikit membelokkan arah angin yg dari bawah (jalan) ke atas.


ilustrasi tampak depan


3. tanamlah tanaman / pohon peneduh dengan daun yang lebat, sekali lagi sebagai alat pemecah angin. selain itu juga bisa menjadi peneduh saat sore hari jika lahan menghadap ke barat.


ilustrasi tampak depan


4. sebisa mungkin kurangi jendela/pintu yang menghadap ke depan, untuk mengurangi efek angin yang suka membawa debu dan kotoran. jika tetap ingin memasang pintu menghadap ke depan, usahakan menggunakan material pintu yang masif serta tambahkan elemen arsitektural seperti teralis dan sejenisnya.


ilustrasi massa


5. komposisi fasad rumah juga jangan terlalu banyak opening jika site menghadap ke barat 


ilustrasi perspektif 3d


6. karena fasad depan kurang bukaan, untuk memasukkan cahaya di siang hari, bisa juga memanfaatkan skylight di atap, sehingga rumah tidak terlalu gelap saat siang hari.


ilustrasi bird eye view


beberapa hal di atas, hanya sekedar tips berdasarkan pengalaman penulis.
semoga bermanfaat. 

Sabtu, 23 April 2011

desain rumah modern, minimalis dan tropis

tak bisa dipungkiri, desain rumah tinggal yang banyak diminati pasar beberapa waktu terakhir adalah desain minimalis tropis. kami pun juga pernah mengerjakan beberapa desain rumah modern bernuansa minimalis tropis, disamping itu juga ada beberapa desain lain yang juga masih bernuansa modern.


rumah tinggal di blitar
rumah tinggal di depok (preliminary design)




rumah tinggal di depok (preliminary design)

rumah tinggal di batam


perumahan di bogor (preliminary design)


salah satu design perumahan di surabaya (preliminary design)


rumah tinggal di kebon sari, surabaya (preliminary design)


rumah tinggal di radio dalam, jakarta selatan (finished 2009)












desain kantor dan highrise building

saat masih berkiprah menjadi karyawan sebuah biro arsitektur di jakarta, kami pernah beberapa kali mendesain gedung kantor dan highrise building.
berikut beberapa desain yang pernah kami buat.




design menara pajak, jakarta (preliminary design)


design menara pajak, jakarta (preliminary design)



design menara pajak, jakarta (preliminary design)

design menara pajak, jakarta (preliminary design)

rental office, jakarta (preliminary design)


rental office, jakarta (preliminary design)


rental office, jakarta (preliminary design)


gedung kuliah stan, jakarta (preliminary design)

desain rumah bergaya klasik

tak dapat dipungkiri, style rumah klasik masih menjadi favorit bagi penikmat arsitektur, terutama dari kalangan menengah ke atas. karena ada anggapan bahwa desain arsitektur klasik adalah timeless, tak kenal masa, abadi. oleh karena itu, kami pun pernah dipercaya membuat desain rumah bergaya klasik. berikut beberapa desain rumah bergaya klasik yang pernah kami kerjakan desainnya.


rumah tinggal di surabaya selatan



rumah tinggal di surabaya barat


desain rumah mungil di lahan kecil



masyarakat surabaya, utamanya yang berada di komplek perkampungan, umumnya kurang begitu peduli dengan desain arsitektur tempat tinggal mereka. dengan berprinsip asalkan bisa jadi tempat berteduh dari teriknya panas dan derasnya hujan sudah cukup, maka mereka pun lebih percaya pada tukang ataupun mandor untuk mendesain rumah mereka. pilihan mereka juga sebenarnya tak sepenuhnya salah, karena persoalan biaya juga yang menyebabkan mereka lebih memilih menggunakan jasa mereka.
rumah di bawah ini adalah rumah bapak bachris salim, di bilangan grogol kauman, surabaya. beliau pernah memiliki pengalaman menyerahkan pembangunan bagian belakang rumah lamanya kepada tukang, namun sayangnya, pengalamannya itu membuatnya tersadar akan pentingnya mendesain dahulu rumah yang akan dibangun.
kebetulan kami (saif) bekerja sama dengan seorang teman (andri) mencoba membantu bapak bachris salim, saat beliau mau merombak rumah utamanya yang lama untuk dibangun ulang dengan desain yang lebih up to date, dengan budget yang minim.

Untuk ide desain, kami menjadikan pendekatan fungsional sehari-hari pemilik sebagai pedoman, tanpa ada intervensi sedikit pun dari kami. Sehari-harinya Bapak Salim berprofesi sebagai pengusaha Jahitan baju dan Konveksi di bilangan jalan Demak, memiliki dua orang putra dan seorang putri, kesemuanya telah menyelesaikan pendidikannya di jenjang Sarjana. Tiap harinya dia hanya tinggal dengan istri dan putrinya, kedua putranya merantau ke luar pulau. Ketika kedua putranya yang sama-sama telah berkeluarga ini pulang, maka mereka akan kebingungan akan tempat istirahat mereka. Oleh karena itu hal yang terpenting dalam proyek ini adalah penyediaan kamar yang cukup, ruang bersantai yang cukup, ruang kerja untuk serta tidak membongkar bangunan belakang rumah hasil renovasi sebelumnya.

gambar desain awal

tampak depan desain awal


Lebar tanah yang kurang dari 5 meter serta budget yang minim membuat kami cukup bekerja keras memutar otak untuk mengakomodir kebutuhan mereka tetapi tetap nyaman bagi penghuninya kelak. Untuk memaksimalkan ruang, kami menggunakan kolom yang tertanam di dinding dengan ukuran 15x30 cm2, untuk mengurangi lekukan di sana sini. Selain itu juga fungsi waktu kami manfaatkan semaksimal mungkin. Di bagian muka rumah terdapat dua buah pintu masuk yang saling menyiku. Pintu utama menuju ruang tamu, sedang pintu ke dua menuju ruang kerja Bpk. Salim di siang hari, serta untuk menuju garasi motor pada malam hari.

Di bagian tengah terdapat ruang tivi yang juga sekaligus menjadi ruang istirahat di malam hari, dengan sistem “lesehan” tanpa tempat duduk. Diantara ruang tivi dan ruang kerja hanya dibatasi dinding penyekat setinggi 1 meter. Selanjutnya adalah kamar Bapak Salim dan istrinya, yang merupakan salah satu hasil karya renovasi terdahulu, sehingga tidak dirubah keberadaannya. Di bagian dapur, kamar mandi dan tangga pun tidak kami rubah atas permintaan pemilik.



denah rumah




Di lantai dua, terdapat toilet tambahan serta 3 buah kamar tidur yang menampung ketiga anak mereka saat waktu berkumpul bersama tiba. Kamar yang dekat kamar mandi adalah kamar baru yang berada diatas plat hasil renovasi yang lama, sehingga keberadaannya lebih rendah dari dua kamar lainnya. Di bagian tengah terdapat musholla yang cukup luas bila digunakan sekeluarga. Dan di sebelahnya, dengan level sedikit di atasnya, adalah ruang keluarga, tempat berkumpul keluarga, bersantai, menonton tivi dan bermain piano. Di bagian depan terdapat balkon. Sengaja desain bagian depannya agak tertutup, selain untuk menahan angin dari arah utara (bangunan ini menghadap ke utara) juga berfungsi menutupi jemuran yang dipajang pada siang hari.

Secara fasad, rumah ini sebenarnya tidak terlalu istimewa. Kebiasaan istri pak Salim dan putrinya yang suka bertanam, kami akomodir dengan menyediakan ruang sedikit di depan sebagai tempat pot bunga dan sebagainya, yang nantinya juga menjadi pendukung fasad bangunan. Secara finishing, bangunan ini hanya didominasi oleh cat tembok, hanya sedikit bagian yang menggunakan batu alam.

interior ruang tamu
tampak depan setelah jadi,
mengalami beberapa perubahan karena menyesuaikan budget.