Rabu, 18 Mei 2011

menyiasati desain ruang rumah tinggal di lahan minimal


beberapa waktu terakhir, trend yang berkembang di bisnis property adalah rumah murah dengan desain terlihat wah. seperti rumah tipe 18, 21, 24, dsb. dengan luas tanah 5x12 m2.
untuk anda yang memiliki budget minimal, mungkin tawaran ini cukup menarik untuk diambil. namun seringkali pengerjaan dari sang developer tak sebaik yang diiklankan, sehingga kadang belum 3 bulan anda menempati rumah yang anda beli, sudah banyak timbul masalah di sana sini.
ada baiknya anda coba untuk hanya membeli kavling tanahnya saja, rumahnya anda sendiri yang membangun. selain desain rumahnya lebih "sreg" di hati anda, anda juga tahu berapa sebenarnya biasa membangun rumah sekelas itu, sekaligus dapat mengontrol sendiri kualitas pengerjaannya.
ada beberapa hal yang baiknya disiasati saat anda membeli kavling kecil seperti ini.

1. pada umumnya, GSB (garis sepadan bangunan) untuk kavling rumah kecil adalah 3 meter, untuk itu pergunakanlah dengan semaksimal mungkin untuk teras, taman dan car port. jika kavling anda berada pada komplek perumahan dengan sistem keamanan yang baik, saran kami jangan memakai pagar atau paling tidak pakailah pagar tanaman, agar rumah terlihat lebih luas dari depan.

2. pergunakan carport dengan ukuran 4.5 x 2.5 m2 kemudian desain teras depan sebisa mungkin jangan menggunakan kolom sebagai pemanis, agar tidak membuang ruang.

ilustrasi denah


3. jika budget anda mengharuskan membangun rumah satu lantai, baiknya gunakanlah desain rumah tumbuh, dalam arti nantinya, jika ada budget tambahan anda bisa membangun lagi tanpa merombak desain awalnya.

4. gunakan dinding bata/bata ringan dgn lebar 8 cm (finish setelah plaster 10 cm) untuk menghemat ruang yang terpakai untuk penyekat antar ruangan.

ilustrasi denah
ilustrasi denah lt.1 jika
berniat menambah lantai 2 


5. pergunakan furniture yang bisa dipindah-pindah, agar saat tidak diperlukan, bisa digeser/dipindah sehingga ruang bisa sedikit lapang.

6. gunakan furniture untuk memisahkan ruang dengan fungsi berbeda, misal antara ruang tamu dan ruang tivi dipisah dengan lemari/buffet tipis. sehingga jika sewaktu-waktu butuh ruang yang agak lebar, anda hanya harus memindah buffet tersebut, dan terciptalah dua ruang yang menyatu.

ilustrasi area movable furniture
ilustrasi denah
saat furniture dipindah


7. untuk kamar, gunakan furniture dengan tatanan agak tersembunyi (lihat ilustrasi), pintu masuk kamar juga ditekung ke dalam, sehingga tidak mengganggu sirkulasi ruang yang lain. selain itu, gunakan ukuran bed secukupnya, yang proporsional dengan ukuran ruang.

ilustrasi perletakan
hidden furniture di kamar

semoga bermanfaat.

Jumat, 06 Mei 2011

Tips mendesain rumah tinggal di lahan "Tusuk Sate"

sudah menjadi rahasia umum di kalangan pengembang, dan beberapa kalangan yang percaya akan fengshui, bahwa lahan tusuk sate adalah sangat kurang baik untuk dijadikan rumah tinggal. oleh karena itu, umumnya tanah ataupun kavling tusuk sate dijual dengan harga lebih murah daripada lahan yang lain dengan luasan yang sama.


ilustrasi denah

secara arsitektural, sebenarnya lahan tusuk sate sangat menarik untuk di-explore. karena perlakuan desainnya juga harus berbeda dengan lahan biasa.
berikut beberapa tips yang mungkin dapat digunakan saat anda mendapatkan lahan rumah di area tusuk sate.


1. buatlah desain pagar yang cenderung massif (tidak banyak lubang) dan tinggi (1.5-2 meter dari level tanah taman teras).lahan tusuk sate cenderung lebih berangin dari biasanya, karena dia adalah tempat bertemunya angin dari tiga arah (jalan).
pagar yg tinggi dan masif berfungsi untuk menjadi barier angin yang cukup kencang agar tidak masuk sepenuhnya ke dalam rumah anda.


2. naikkan sedikit level rumah anda dari jalan 80 cm - 1 m, bentukan ramp akan sedikit membelokkan arah angin yg dari bawah (jalan) ke atas.


ilustrasi tampak depan


3. tanamlah tanaman / pohon peneduh dengan daun yang lebat, sekali lagi sebagai alat pemecah angin. selain itu juga bisa menjadi peneduh saat sore hari jika lahan menghadap ke barat.


ilustrasi tampak depan


4. sebisa mungkin kurangi jendela/pintu yang menghadap ke depan, untuk mengurangi efek angin yang suka membawa debu dan kotoran. jika tetap ingin memasang pintu menghadap ke depan, usahakan menggunakan material pintu yang masif serta tambahkan elemen arsitektural seperti teralis dan sejenisnya.


ilustrasi massa


5. komposisi fasad rumah juga jangan terlalu banyak opening jika site menghadap ke barat 


ilustrasi perspektif 3d


6. karena fasad depan kurang bukaan, untuk memasukkan cahaya di siang hari, bisa juga memanfaatkan skylight di atap, sehingga rumah tidak terlalu gelap saat siang hari.


ilustrasi bird eye view


beberapa hal di atas, hanya sekedar tips berdasarkan pengalaman penulis.
semoga bermanfaat.